Karies Gigi (Dental Caries)

Orang mengenal karies gigi sebagai gigi berlubang. Lubang terbentuk karena lapisan email gigi terkikis oleh asam yang dihasilkan oleh bakteri. Ketika sisa-sisa makanan tertinggal di sela-sela gigi, sisa-sisa makanan tersebut akan menjadi media pertumbuhan bakteri.

Bayi Tabung (In Vitro Fertilisation)

Bayi tabung atau pembuahan in vitro (bahasa Inggris: in vitro fertilisation) adalah sebuah teknik pembuahan dimana sel telur (ovum) dibuahi di luar tubuh wanita. Bayi tabung adalah salah satu metode untuk mengatasi masalah kesuburan ketika metode lainnya tidak berhasil.

Keajaiban Bunga Mawar: Menghilangkan Jerawat

Mawar yang memiliki nama latin Rosa canina adalah tanaman hias yang menghasilkan bunga dengan warna - warni yang indah.

20 Tips Merawat Rambut Agar Tetap Sehat

Rambut adalah mahkota bagi semua orang. Namun tidak semua orang pandai merawat rambut. Berikut adalah tips-tipsnya.

10 Makanan Paling Bergizi

Sehat tidaknya makanan yang kita asup semua tergantung kita. Membuat perubahan, khususnya pada apa yang Anda makan, adalah salah satu cara termudah untuk mengelola dan mengontrol kesehatan.

Tampilkan postingan dengan label teknologi sistem pernapasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi sistem pernapasan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Januari 2015

Inhaler



Inhaler adalah suatu alat untuk penggunaan obat secara inhalasi. Inhalasi menurut Farmakope Indonesia Edisi IV (FI IV) adalah sediaan obat atau larutan atau suspensi terdiri atas satu atau lebih bahan obat yang diberikan melalui saluran napas hidung atau mulut untuk memperoleh efek lokal atau sistemik. Umumnya inhaler ditujukan untuk penggunaan obat asma atau Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD), karena dengan cara ini obat dapat langsung masuk ke paru-paru sehingga dapat bekerja lebih cepat untuk mengatasi serangan asma dan efek sampingnya lebih minimal.
Berdasarkan bentuk obat yang dibawanya, inhaler dibedakan menjadi 3 macam, yaitu aerosol inhaler, dry powder inhaler, dan nebuliser.
Aerosol Inhaler
Zat aktifnya dalam bentuk aerosol yang tersuspensi dalam propelan, yaitu suatu gas inert bertekanan yang berfungsi sebagai pendorong. Pada saat alat ditekan, maka propelan akan mendorong beberapa dosis obat dalam satu hembusan, bersamaan dengan itu pengguna harus menarik napas dalam agar obat terbawa masuk ke dalam saluran pernapasan. Jenis alat untuk aerosol inhaler ada beberapa macam, yaitu:
·         MDI (Metered dose inhaler)
Standard MDI’s : ketika alat ditekan, propelan akan mendorong beberapa dosis obat, dan secara bersamaan dengan itu pengguna harus menarik napas dalam agar obat terbawa masuk ke dalam saluran pernapasan. Butuh koordinasi yang baik antara menekan alat dan menarik napas.
Breathe activated MDI’s : alat dimasukkan ke dalam mulut, dan dosis obat akan lepas bersamaan dengan saat bernapas, sehingga tidak perlu ada kordinasi.
Cara penggunaannya yaitu:
1.       Kocok tabung inhaler  (3-4 kali).
2.       Buka tutupnya.
3.       Bernapaslah di luar alat.
4.       Masukkan alat ke dalam mulut, dan kunci diantara gigi, tutup mulut rapat-rapat.
5.       Mulailah bernapas dengan perlahan, tekan bagian atas alat dan tetap bernapas perlahan sampai satu tarikan penuh.
6.       Keluarkan alat dari mulut, tahan napas selama 10 detik sebelum membuang napas.
7.       Jika butuh lebih dari satu puff, tunggu dulu selama kurang lebih 1 menit, kemudian kocok lagi tabung inhaler dan ulangi langkah 3-6.
8.       Setelah selesai, cuci muka dan berkumur dengan air jika menggunakan inhaler yang mengandung kortikosteroid.

·         Spacer
Ada ruangan antara mulut dan inhaler, dan pada bagian mulut ada katup, saat menarik napas, katup terbuka dan dosis obat akan masuk, katup tertutup secara otomatis saat menghembuskan napas. Lebih mudah, dan tidak perlu koordinasi, biasanya digunakan untuk anak-anak atau bayi.
Cara penggunaannya yaitu:
1.       Buka tutupnya, kemudian kocok tabung inhaler  (3-4 kali).
2.       Pasang tabung pada spacer, di bagian yang berlawanan dengan masker.
3.       Pasang masker menutupi mulut dan hidung, pastikan tertutup dengan baik.
4.       Semprotkan 1 puff obat ke dalam spacer, biarkan sampai 6 tarikan napas
5.       Tunggu selama satu menit.
6.       Ulangi lagi langkah 4-5 jika dibutuhkan lebih dari 1 puff.
7.       Setelah selesai, cuci muka dan berkumur dengan air jika menggunakan inhaler yang mengandung kortikosteroid.
Dry Powder Inhaler
Zat aktifnya dalam bentuk serbuk kering yang akan tertarik masuk ke paru-paru saat menarik napas. Pada inhaler jenis ini tidak terdapat propelan untuk mendorong obat masuk ke dalam saluran napas. Biasanya dosisnya lebih kecil, dan ada indikator untuk menunjukkan berapa dosis yang tersisa. Alatnya ada beberapa macam yaitu Turbohaler, Diskhaler, dan Accuhaler, tergantung dari industri farmasi yang memproduksinya.
Untuk turbohaler, penggunaannya adalah sebagai berikut:
1.       Buka tutupnya, pegang turbohaler dalam posisi berdiri.
2.       Putar sejauh mungkin bagian pegangan yang berwarna, kemudian putar balik sampai terdengar bunyi klik.
3.       Bernapaslah di luar alat.
4.       Masukkan alat ke dalam mulut, dan kunci diantara gigi, tutup mulut rapat-rapat. Tarik napas dengan kuat dan dalam lewat mulut.
5.       Keluarkan alat dari mulut sebelum membuang napas.
6.       Selalu cek strip indikatornya, untuk mengetahui berapa dosis yang tersisa.
7.       Setelah selesai, cuci muka dan berkumur dengan air jika menggunakan inhaler yang mengandung kortikosteroid.
Nebuliser

Zat aktifnya dalam bentuk uap, pada penggunaannya perlu menggunakan masker atau mouthpiece untuk menghirup uap obat. Tidak dibutuhkan koordinasi pada penggunaan inhaler jenis ini, hanya perlu bernapas seperti biasa dan uap akan terhirup bersama tarikan napas. Nebuliser biasanya digunakan di rumah sakit untuk penanganan serangan asma yang membutuhkan inhalasi dosis besar, tetapi sekarang sudah jarang digunakan karena inhalasi dosis besar dapat dilakukan dengan spacer.